Nama Blockchain terdiri dari dua kata, yaitu kelompok (block) dan rantai (chain), jadi Blockchain dapat diartikan dengan suatu teknologi yang berkonsep “rantai dari block” dimana didalamnya berisikan data-data yang berkaitan satu sama lain membentuk rantai, karena merupakan serangkaian blok yang saling terhubung dan berisikan informasi digital yang terhubung dan diamankan menggunakan teknik kriptografi. Setiap blok biasanya memuat hash kriptografis dari blok sebelumnya, stempel waktu, dan data transaksi.
Blockchain merupakan sebuah ledger atau buku besar digital yang memfasilitasi proses pencatatan transaksi dan pelacakan aset dalam jaringan bisnis. Setiap transaksi direkam dalam sebuah blok dan kemudian dikirim ke jaringan untuk divalidasi oleh para nodenya, setelah direkam, data dalam blok tidak dapat diubah secara retroaktif tanpa perubahan pada blok-blok berikutnya, yang membutuhkan konsensus mayoritas jaringan.
Node pada Blockchain adalah komputer yang terhubung ke jaringan blockchain dan berkomunikasi dengan komputer lain untuk memastikan keamanan dan integritas jaringan. Bitcoin nodes sendiri terdiri dari beberapa macam dengan fungsi yang berbeda-beda, antara lain sebagai sebagai tempat menyimpan database blockchain, menjaga konsensus antar sesama, dan memvalidasi serta menjaga jaringan peer-to-peer.
Node terbagi menjadi tiga jenis:
1. Full nodes
2. Simplify Payment Verification (SPV) Nodes atau lightweight nodes
3. Mining nodes
Kedua node ini memiliki peran yang penting dalam menjaga integritas data dan menjalankan proses dalam jaringan Blockchain.
Perkembangan Teknologi Blockchain
Sebetulnya teknologi blockchain sudah dimulai ketika Ralph Merkle, seorang ilmuwan komputer, mematenkan pohon Hash atau pohon Merkle pada akhir 1970-an. Pohon-pohon ini merupakan struktur ilmu komputer untuk menyimpan data dengan menghubungkan blok menggunakan kriptografi. Pada akhir 1990-an, Stuart Haber dan W. Scott Stornetta menggunakan pohon Merkle untuk mengimplementasikan sistem yang stempel waktu dokumennya tidak dapat diubah. Implementasi sistem ini adalah contoh pertama dalam sejarah Blockchain. Jadi ide mengenai rantai blok ini sudah dicetuskan oleh Scott dalam jurnal yang berjudul Journal of Cryptology: "How to time-stamp a digital document" sejak Januari Tahun 1991. Dalam buku "Blockchain for Dummies" oleh Manav Gupta yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons, Inc, disebutkan jika Blockchain mulanya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan sistem yang efisien, hemat biaya, andal, dan aman untuk melakukan dan mencatat berbagai transaksi keuangan.
Dan Blockchain mulai dikenal bersamaan dengan hadirnya Bitcoin pada Tahun 2009.
Generasi pertama – Bitcoin dan mata uang virtual lainnya
Pada tahun 2008, individu anonim yang hanya dikenal dengan nama Satoshi Nakamoto menguraikan teknologi blockchain dalam bentuk modernnya. Ide Satoshi mengenai blockchain Bitcoin menggunakan 1 MB blok informasi untuk transaksi Bitcoin. Banyak fitur dari sistem blockchain Bitcoin tetap menjadi pusat teknologi blockchain bahkan hingga saat ini.
Generasi kedua – kontrak pintar
Beberapa tahun setelah kemunculan mata uang generasi pertama, developer mulai mempertimbangkan aplikasi blockchain di luar mata uang kripto. Misalnya, penemu Ethereum memutuskan untuk menggunakan teknologi blockchain dalam transaksi transfer aset. Kontribusi signifikan dari penemu tersebut adalah fitur kontrak pintar.
Generasi ketiga – masa depan
Ketika perusahaan menemukan dan mengimplementasikan aplikasi baru, teknologi blockchain terus tumbuh dan berkembang. Perusahaan memecahkan batasan skala dan komputasi, dan peluang potensial tidak terbatas dalam revolusi blockchain yang sedang berlangsung.
Elemen kunci Blockchain:
1. Teknologi buku besar terdistribusi
Seluruh anggota jaringan memiliki akses ke buku besar yang didistribusikan dan catatan transaksinya yang tidak dapat diubah. Dengan buku besar bersama ini, transaksi hanya dicatat satu kali, sehingga menghilangkan duplikasi upaya yang biasa terjadi pada jaringan bisnis tradisional.
2. Catatan yang tidak dapat diubah
Tidak ada anggota yang dapat mengubah atau mengutak-atik suatu transaksi setelah transaksi tersebut dicatat ke buku besar bersama. Jika catatan transaksi mengandung kesalahan, transaksi baru harus ditambahkan untuk membalikkan kesalahan tersebut, dan kedua transaksi kemudian terlihat.
3. Kontrak pintar
Untuk mempercepat transaksi, seperangkat aturan – disebut kontrak pintar – disimpan di blockchain dan dijalankan secara otomatis. Kontrak cerdas dapat menentukan ketentuan untuk transfer obligasi perusahaan, termasuk ketentuan pembayaran asuransi perjalanan, dan banyak lagi.
4. Bagaimana blockchain bekerja
Saat setiap transaksi terjadi, transaksi tersebut dicatat sebagai “blok” data
Transaksi-transaksi tersebut menunjukkan pergerakan suatu aset yang dapat berwujud (produk) maupun tidak berwujud (intelektual). Blok data dapat mencatat informasi pilihan Anda: siapa, apa, kapan, di mana, berapa banyak, dan bahkan kondisinya — seperti suhu pengiriman makanan.
5. Setiap blok terhubung dengan blok sebelum dan sesudahnya
Blok-blok ini membentuk rantai data saat aset berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau kepemilikan berpindah tangan. Blok-blok tersebut mengkonfirmasi waktu dan urutan transaksi yang tepat, dan blok-blok tersebut saling terhubung dengan aman untuk mencegah blok apa pun diubah atau blok disisipkan di antara dua blok yang ada.
6. Transaksi diblokir bersama dalam rantai yang tidak dapat diubah: sebuah blockchain
Setiap blok tambahan memperkuat verifikasi blok sebelumnya dan seluruh blockchain. Hal ini menjadikan blockchain tidak mudah rusak, memberikan kekuatan utama yang tidak dapat diubah untuk mengurangi kemungkinan gangguan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, dan membangun buku besar transaksi yang dapat dipercaya oleh semua anggota jaringan lainnya.
7. Kunci Publik Kriptografi
Kunci publik kriptografi adalah fitur keamanan untuk mengidentifikasi peserta secara unik dalam jaringan blockchain. Mekanisme ini menghasilkan dua set kunci untuk anggota jaringan. Salah satu kunci adalah kunci publik yang umum untuk semua orang di jaringan. Kunci yang lainnya adalah kunci privat yang unik untuk setiap anggota. Kunci privat dan publik bekerja sama untuk membuka kunci data dalam buku besar.
8. Kepercayaan yang lebih besar
Dengan Blockchain, sebagai anggota jaringan khusus anggota, Anda dapat yakin bahwa Anda menerima data yang akurat dan tepat waktu, dan bahwa catatan rahasia Blockchain Anda hanya akan dibagikan kepada anggota jaringan yang telah Anda beri akses secara khusus.
9. Keamanan yang lebih besar
Konsensus mengenai keakuratan data diperlukan dari semua anggota jaringan, dan semua transaksi yang divalidasi tidak dapat diubah karena dicatat secara permanen. Tidak seorang pun, bahkan administrator sistem, dapat menghapus suatu transaksi.
10. Lebih efisien
Dengan buku besar terdistribusi yang dibagikan di antara anggota jaringan, rekonsiliasi catatan yang membuang-buang waktu dapat dihilangkan. Dan untuk mempercepat transaksi, seperangkat aturan – yang disebut kontrak pintar – dapat disimpan di blockchain dan dijalankan secara otomatis.
Cara Kerja Blockchain
Mekanisme blockchain yang mendasarinya rumit, berikut ini adalah gambaran umum secara singkat langkah kerja Blockchain. Perangkat lunak blockchain dapat mengotomatiskan sebagian besar langkah-langkah ini:
- Langkah 1 – Pencatatan transaksi
Transaksi blockchain menunjukkan pergerakan aset fisik atau digital dari satu pihak ke pihak lain dalam jaringan blockchain. Transaksi tersebut dicatat sebagai blok data dengan cakupan detailnya sebagai berikut:
- Siapa saja yang terlibat dalam transaksi tersebut?
- Apa yang terjadi selama transaksi tersebut?
- Kapan transaksi tersebut terjadi?
- Di mana transaksi tersebut terjadi?
- Mengapa transaksi tersebut terjadi?
- Berapa banyak aset yang dipertukarkan?
- Berapa banyak prasyarat yang dipenuhi selama transaksi tersebut?
- Langkah 2 – Dapatkan konsensus
Pengajuan transaksi yang diminta akan diteruskan ke jaringan P2P yang terdiri dari komputer, yang dikenal sebagai node. Node-node dalam jaringan Blockchain akan melakukan validasi transaksi dengan mengacu pada protokol Blockchain yang digunakan. Validasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa transaksi yang dilakukan sesuai dengan aturan jaringan Blockchain. Validasi node bisa berupa proses validasi yang ditentukan oleh protokol Blockchain yang digunakan, seperti validasi transaksi, kontrak, dan catatan kejadian.
Sebagian besar peserta di jaringan blockchain terdistribusi harus menyetujui bahwa transaksi yang dicatat adalah valid. Tergantung pada tipe jaringan, aturan kesepakatan dapat bervariasi tetapi biasanya ditetapkan di awal jaringan.
- Langkah 3 – Tautkan blok
Setelah peserta mencapai konsensus, transaksi di blockchain ditulis ke dalam blok yang setara dengan halaman buku besar. Bersamaan dengan transaksi, hash kriptografi juga ditambahkan ke blok baru. Hash bertindak sebagai rantai yang menghubungkan blok bersama-sama. Jika isi blok diubah secara sengaja atau tidak sengaja, nilai hash berubah, menyediakan cara untuk mendeteksi gangguan data.
Jadi blok dan rantai akan terhubung dengan aman, tidak ada yang dapat mengeditnya. Setiap blok tambahan memperkuat verifikasi blok sebelumnya dan pada akhirnya, memperkuat seluruh blockchain. Setelah blok data ditambahkan ke dalam jaringan, blok data tersebut akan digabungkan dengan blok data yang sudah ada dalam jaringan. Blok data yang sudah digabungkan ini disebut sebagai rantai blok atau Blockchain.
- Langkah 4 – Bagikan buku besar
Sistem tersebut mendistribusikan salinan terbaru dari buku besar pusat ke semua peserta. Transaksi yang sudah selesai ini tidak dapat diubah lagi dan dapat diakses oleh semua node dalam jaringan Blockchain.
Keunggulan Blockchain:
Blockchain memiliki beberapa keunggulan karena menggunakan sistem yang memnungkinkan setiap blok mampu untuk saling melakukan cek, memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan. Beberapa keunggulan tersebut antara lain:
1. Transparansi
Setiap transaksi yang dilakukan dalam jaringan Blockchain semuanya dapat terlihat oleh publik secara umum, dan transaksi akan tercatat di dalam buku besar yang akan didistribusikan ke semua node dalam jaringan, sehingga data transaksi bisa di akses oleh siapa saja yang terhubung ke dalam jaringan tersebut.
2. Keamanan
Blockchain menggunakan teknologi kriptografi yang membuat data transaksi yang dicatat pada jaringan tidak bisa diubah maupun dihapus, bagian struktur database Blockchain ini hanya memiliki fitur untuk menambahkan data dan tidak terdapat fitur untuk melakukan edit, sehingga tidak ada orang yang dapat mengubah data, dan membuat jaringan lebih sulit untuk diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
3. Desentralisasi
Teknologi Blockchain tidak memerlukan pihak ketiga dalam proses transaksinya, ini membuat jaringan lebih efisien dan memberikan kontrol lebih besar kepada penggunanya. Disamping itu, dengan menyimpan data di seluruh jaringan peer-to-peer, blockchain menghilangkan sejumlah risiko yang ada pada data yang dipegang secara terpusat, karena jaringan blockchain peer-to-peer tidak memiliki titik-titik kerentanan terpusat yang dapat dimanfaatkan oleh peretas komputer; juga tidak memiliki titik pusat kegagalan.
4. Efisiensi
Teknologi Blockchain memungkinkan proses transaksi lebih efisien, cepat, dapat meminimalisir kesalahan yang terjadi, serta dengan biaya yang lebih rendah karena tidak membutuhkan pihak ketiga dalam prosesnya.
5. Immutability
Aerinya bahwa data yang telah diinput ke dalam data base tidak dapat diubah lagi maupun dirusak. Setiap blok informasi mengandung data informasi atau detail setiap transaksi, data-data tersebut diproses menggunakan fungsi yang bernama hash. Hash ini berbentuk string alfanumerik yang dihasilkan dari setiap blok secara terpisah. Dengan penggunaan hash, memastikan jika tidak akan ada yang dapat mengganggu sistem yang digunakan dan mengubah data yang disimpan ke blok.
Sumber referensi:
- https://aws.amazon.com/id/what-is/blockchain/?aws-products-all.sort-by=item.additionalFields.productNameLowercase&aws-products-all.sort-order=asc
- http://gunkelweb.com/coms465/texts/ibm_blockchain.pdf

Comments
Post a Comment